Muawiyah bin Abu Sufyan satu diantara rbuan sahabat Nabi saw. yang paling kontroversial. Dia lahir dari kedua orang tua yang sebelumnya sangat memusuhi islam : Abu Sufyan bin Harb dan Hindun binti Utbah. Sikapnya terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib, dianggap makar dan tergolong bughat (pemberontak). Tindakannya mengangkat putranya Yazid sebagai Khalifah, dituding telah menciptakan sistem baru yang tak pernah ada sebelumnya.
Pustaka Al-Bustan
Selasa, 21 Oktober 2014
Kamis, 16 Oktober 2014
Dr. Mursi Presiden yang Hafal Quran
.jpg)
Judul : Dr. Mursi Presiden yang Hafal Quran
Penulis : Hepi Andi Bastoni dkk
Penerbit : Pustaka al-Bustan
Cetakan : Pertama, Juli 2012
Halaman : 216 halaman
Ukuran : 13 x 17 cm
ISBN : 978-979-1324-05-2
dakwatuna.com – Revolusi Mesir awal tahun lalu telah mengantar seorang anak petani menjadi presiden. Ia memang belum lama terpilih sebagai presiden.
Namun, seabrek pelajaran berharga sudah bertaburan darinya. Pidato yang ia sampaikan sarat dengan petuah yang patut diteladani oleh pengelola republik ini.
arusnya seorang pemimpin bersikap. Ia menempatkan diri bukan sebagai penguasa, melainkan pelayan. Ia menempatkan toleransi di atas segala-galanya. Ia mengubur dalam-dalam perbedaan.
Mursi tak hanya dikenal sebagai akademisi yang merampungkan program doktoralnya di University of Southern California. Ia juga sosok sederhana yang religius. Ia menjadi presiden pertama yang hafal Al-Qur’an 30 juz. Tak hanya dirinya, istri dan lima anaknya juga hafal 30 juz Al-Qur’an.
Buku ini terdiri dari empat bab. Bab I bertutur tentang biografi Dr Mursi. Dimulai dari masa kecil hingga dirinya terpilih sebagai presiden. Untuk melengkapi kisah hidupnya, penulis mengutip beberapa ungkapan dari orang-orang dekatnya, termasuk istri, anak dan sepupu sang Presiden.
Buku "Beginilah Rasulullah Berbisnis"
Umat Islam di zaman modern ini mengalami keterpurukan hampir di seluruh aspek kehidupannya, mulai dari akhlak, strata sosial, ekonomi, dll. Masyarakat dunia menilai Islam identik dengan pengangguran, perbudakan, rumah kumuh, tidak berpendidikan, peminta-minta (bahkan untuk mendirikan tempat ibadah), dan bentuk-bentuk kemiskinan lainnya. Hal ini sangat berkebalikan dengan kondisi umat Islam di era kejayaan beberapa abad yang lalu. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Banyak faktor pastinya. Umat terdahulu berpedoman hanya kepada Al Qur’an dan menjadikan Rasulullah sebagai tauladan, sedangkan umat zaman ini telah melalaikan petunjuk Rabb-Nya dan telah menjadikan kaum kafir sebagai panutannya. Maka, umat ini membutuhkan sosok-sosok yang “kembali” meniti jalan kesuksesan umat terdahulu untuk dapat mengembalikan kejayaan umat Islam. Salah satu keteladanan yang harus dipaksakan untuk dilakukan adalah mengikuti jejak sukses Rasulullah dalam hal finansial, yaitu kemampuan beliau menyiapkan modal ibadah, dakwah, dan jihadnya.
“Jika ada sepuluh pintu, maka Sembilan di antaranya adalah berdagang”. Karena itulah Rasulullah berbisnis sebagai jalan kesuksesannya.
Buku "Di Balik Fatwa Kontroversial Yusuf al-Qardhawi"
Bagi sebagian kalangan, Yusuf al-Qardhawi dianggap tokoh sekaligus referensi dalam menyikapi permasalahan aktual yang dihadapi umat. Fatwa Kontemporernya yang mencakup berbagai bidang, dianggap mampu memenuhi kehausan sebagian masyarakat. Menghadapi berbagai permasalahan aktual, fatwanya selalu dinanti.
Langganan:
Komentar (Atom)

